Wednesday, November 13, 2013

TULISAN OPINI

KURIKULUM 2013 DAN UJIAN NASIONAL (UN)



Setiap tahun masyarakat kita selalu ribut masalah UN,apalagi dng tertundanya pelaksanaan UN tahun ini. ada yg memaksa agar UN di hapus,ada yg ingin tetap dilakasanakan. saya lebih cendrung melihat dari sisi pendidikan dimanapun didunia pasti ada yg namanya evaluasi akhir untuk mengukur seorang siswa berhasil atau tidak pada jenjang tertentu.UN adalah salah satu upaya utk mengukur standar pendidikan secara nasional,apabila tidak ada UN justru akan menimbukan ketimpangan yg sangat menghawatirkan antara satu daerah dng daerah lainnya,krn masing2 daerah akan lebih menonjolkan kedaerahannya. yang membuat UN itu menjadi ajang kecurangan adalah karena gengsinya para penguasa didaerah, sehingga mehalalkan segala cara agar seluruh siswanya lulus (100%). mari kita lihat TUJUAN dari UN itu,jangan kita melihat dr sisi kekuranganya saja.

Maslah kurikulum 2013, semestinya memang kurikulum itu harus dievaluasi dan disempurnakan setiap 10 tahun. KTSP hampir 10 tahun sudah dilaksanakan,klu ada guru yg belum paham terhadap KTSP semestinya dicari penyebabnya, mungkin gurunya tidak mau meningkatkan diri, biar dikasi waktu 20 tahun mereka akan tetap tidak paham, karena kenyataanya ketika ada pelatihan,workshop dll, apabila guru disuruh menyusun silabus,RPP sebagian besar guru mengcopy yg sudah ada. jarang guru mau mengembangkan diri utk menyusun RPP sesuai dengan situasi dan kondisi sekolahnya. klu sudah seperti ini wajar guru belum paham menyusun silabus maupun RPP.

Di harapkan kurikulum 2013 segera disosialisasikan, ke sekolah dan guru2 melalui MGMP di setiap kabupaten dengan memberikan dana blockgrand kepada MGMP di seluruh Indonesia sebelum diterapkan di sekolah.

Menurut saya perubahan kurikulum memang penting agar tidak ketinggalan jaman tapi mau dirubah seperti apapun kalau komitmen guru-guru dalam mengajar tidak dibangun dengan baik maka kurikulum sebaik apapun tidak akan menghasilkan apa-apa,menurut saya sekarang yang tepat adalah membangun SDM supaya menjadi guru yg berkarakter.



Neria Chairunnisa - 15611134
3SA01 (Jurnalistik - Opini)
GUNADARMA UNIVERSITY

TULISAN INVESTIGASI

DI BALIK NAMA BESAR SEORANG ARTIS


Di balik kesuksesan nama besar seorang artis sangat melekat dengan yang namanya "FANS", dan perkumpulan itu di sebut "FANBASE". Fanbase adalah tempat para fans berkumpul, bertukar pikiran dan bercerita kepada para fans lainnya. Untuk mendirikan sebuah fanbase tentunya di butuh seseorang untuk mejadi admin, biasanya sebuah fanbase di lakukan melalui social media, seperti facebook dan twitter. Yang dilakukan oleh seorang admin dalam sebuah fanbase adalah memberikan informasi-informasi untuk para fans lainnya.



Ketika diwawancarai sang admin mengatakan bahwa sebelumnya tidak terpikir olehnya untuk mendirikan fanbase ini. Namun kemudian, ia berpikir kembali untuk medirikannya. Di benak sang admin dia mengatakan "sungguh menyenangkan bukan untuk berkumpul dan melakukan sesuatu hal yang disukai secara bersama-sama?"



Si Admin mengataka bahwa waktu awal dirinya mendirikan fanbase, fanbase-nya hanya memiliki sedikit followers. Namun, diiringi dengan usahanya dengan memberikan informasi yang berkualitas dan menarik, semakin bertambah banyaklah followers-nya. Satu trik yang benar-benar harus di punya oleh seorang admin fanbase adalah rutin mengikuti perkembangan artis itu sendiri dengan rendah hati dan ramah.



Terkadang menjadi seorang admin dari sebuah fanbase banyak suka duka yang di dapatnya, seperti dukanya terkadang waktu yang produktif sedikit terbuang walaupun menjadi admin juga produktif. Sukanya kita jadi mendapatkan banyak untuk kerja selain itu juga menambah teman.



Dan biasanya harapan dari seorang admin dari sebuah fanbase itu adalah fans tetap terus mendukung idola mereka tidak mendukung sekedar zamannya dan mereka dapat bertemu langsung dengan idola mereka tersebut. Sang admin pun menambahkan harapan untuk artis idolanya agar jangan berubah, dan untuk terus melanjutkan karya-karyanya yang luar biasa.





Neria Chairunnisa - 15611134
3SA01 (Jurnalistik - Investigasi)
GUNADARMA UNIVERSITY

TULISAN FEATURE

Aswin Noviansah: Belajar itu Tuntutan Hidup!


Oleh Neria Chairunnisa

Keringat yang menetes tak menghalangi terkembangnya sebuah senyum di bibirnya saat kami bertemu. Raut wajahnya sedikit lelah, namun ia toh tak menggubrisnya. Dari serambi Musala FIB UI, Aswin Noviansah bercerita tentang idealismenya dalam menuntut ilmu.

Lelaki berumur 21 tahun ini sekarang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Indonesia di Universitas Indonesia. Namun, pada transisi tahun 2009-2010, ia tak lebih dari seorang karyawan lulusan STM N Pembangunan (sekarang SMK Negeri 26) yang bimbang tentang masa depannya. Pada saat itu, gaji bulanan telah ia dapatkan sebagai seorang drafter di sebuah perusahaan konsultan bangunan di kawasan Pasar Minggu.

Mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentu merupakan sebuah dilema karena kuliah akan membuatnya mengorbankan pekerjaannya. Hal itu belum termasuk biaya kuliah yang harus ia tanggung. Mengandalkan orang tua jelas tak mungkin. Profesi ayahnya sebagai guru mengaji di sebuah musala dekat rumah hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari sekaligus sekolah adiknya. Sebagai sulung, ‘anak STM’ ini diharapkan mampu membantu keluarga secara finansial, setidaknya dengan cara mencukupi kebutuhan pribadinya sendiri. Namun, sekali lagi, ia ingin kuliah.

Mengapa ia begitu ingin kuliah? Bukankah orang tuanya menyekolahkan di STM agar cepat bekerja?
“Mengikuti kata hati. Saat itu bukan lagi pertimbangan-pertimbangan ribet nan memusingkan, tetapi sudah dalam tataran jiwa. Saat itu pun sudah kerja, tetapi memang ‘keinginan’ ada di kuliah. Jadi, itulah pilihannya,” jawab pria yang akrab dipanggil Ewin ini.

Awal Januari 2010 merupakan momen penting baginya. Saat itu, Ewin menetapkan hati untuk serius menggapai cita-cita mengenyam bangku kuliah. Berbekal gajinya sebagai seorang perancang ruang bangunan, pria yang berdomisili di Kandangsampi, Klender, ini nekat masuk bimbingan belajar (bimbel) untuk memahami pelajaran IPS SMA. Waktu luang sekecil apapun dimanfaatkannya untuk belajar, baik di kantor maupun di dalam Metromini. Targetnya jelas: lulus SIMAK UI 2010.

Tiga bulan menyulap diri menjadi anak SMA sambil menjalani pekerjaan sebagai drafter terlihat seperti sebuah kegilaan tersendiri bagi Ewin. Sempat ia berpikir bahwa ini merupakan suatu pertaruhan yang tak berguna. Realitas yang hadir dalam wacana ‘bagaimana bayar biayanya?’ hadir untuk menghalangi idealisme yang mulai berkembang.

“Sebetulnya harapan saya sudah punah saat itu. Dan itu berhubungan dengan materi (biaya). Namun, kali ini mentor saya berkata dengan lantang, ‘Duit nanti aja dipikirin. Sekarang fokus belajar!! Emanglu udah yakin bisa lolos?’ Ucapannya bikin saya semangat lagi,” kenangnya.

Untuk membentengi diri dari pesimisme yang mulai melanda, ia mencari dukungan sana-sini. Buku The Secret karangan Rhonda Byrne, cerita seorang mahasiswa luar kota yang berhasil masuk UI dengan biaya pas-pasan, serta nasihat dari seorang teman nyatanya berhasil mendongkrak motivasinya hingga ia ‘kembali ke jalan yang benar’. Ewin kembali memaknai kekuatan sebuah mimpi yang belakangan dianggap klise bagi sebagian orang. Ia dengan bersemangat menggapai mimpi itu agar menjadi suatu kenyataan yang bisa diraih.

Waktunya tiba. Maret 2010, ia menjalani Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI). Di lokasi ujian, ia sempat bertemu teman lama satu sekolah yang ternyata memiliki ‘kegalauan’ yang sama untuk banting setir dari dunia teknik. Bersama-sama, mereka berdoa agar dapat bertemu lagi sebagai mahasiswa di kampus yang sama.

Segala puji bagi-Nya. Beberapa bulan setelah ujian, Ewin dinyatakan masuk UI. “Waktu itu, saya langsung lari keliling terminal Rawamangun sambil teriak-teriak saking senengnya.” Sambil tetap berdoa, pria Betawi ini bersiap untuk menyempurnakan ikhtiarnya. Ia mengundurkan diri dari pekerjaannya, meminta keringanan biaya dari pihak kampus, serta memikirkan pekerjaan sambilan agar dapat membiayai kuliahnya. Selain itu, program beasiswa dari pemerintah pun dibidiknya.

Tuhan tak ragu mencurahkan rizki padanya. Saat ia melayangkan permintaan pengunduran diri, atasan justru membolehkannya tetap bekerja sambil menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Ewin tak kehilangan penghasilan bulanannya. Rencananya ‘direvisi’ oleh Sang Mahapencipta.

Rejeki lain datang. Biaya kuliah yang tadinya 5 juta rupiah sebagai uang pangkal dan lima juta rupiah lagi sebagai biaya kuliah per semester ‘terpangkas’ menjadi 300 ribu rupiah (uang pangkal) dan 2 juta (biaya kuliah per semester). “Ini karena saya menunjukkan kemiskinan saya, hahahaha….” Ewin tergelak.

Kedua rizki di atas akhirnya sempurna oleh rizki ketiga. Ewin mendapatkan Beasiswa Bidik-Misi dari Kemendiknas sebesar Rp5 juta. “Dua juta saya alokasikan untuk biaya kuliah, sisanya untuk biaya hidup.”

Apa rahasia dibalik pencapaiannya selama ini?

“Rahasianya nggak ada...kecuali yakin sama kekuatan dahsyat kita sendiri dan percaya bahwa hasilnya nanti adalah yang terbaik buat kita. Nothing to lose, istilahnya.”

Sebagai penutup perbincangan kami siang itu, dengan tatapan matanya yang cerah dan senyumnya yang khas, Ewin berpesan untuk anak sekolah yang mengalami keterbatasan biaya namun tetap ingin melanjutkan pendidikannya.

“Ketika masih dalam usia anak dan remaja, jangan pernah berpikir bahwa bekerja lebih baik ketimbang belajar (sekolah). Belajar itu wajib, musti, kudu. Belajar itu tuntutan hidup. Belajar itu sampai akhir hayat. Berusahalah terus untuk bersekolah.”

Terima kasih, Ewin! Kau dan perjuanganmu telah menginspirasi kami....



Neria Chairunnisa - 15611134
3SA01 (Jurnalistik - Feature)
GUNADARMA UNIVERSITY

TULISAN NEWS

TAWURAN PELAJAR


     Pelajar SMAN 70 dan SMAN 6 terlibat tawuran, Selasa (13/11/2013)

Jakarta, (13/11) Puluhan pelajar semua sekolah ternama di Jakarta terlibat aksi tawuran, Rabu (13/11/2013). Satu diantara mereka sempat di keroyok lawan sebelumnya hingga wajahnya lebam.

Tawuran ini terjadi daerah sekitar kawasan Blok M, yang tepatnya di belakan Blok M Plaza. Tawuran ini sering kali terjadi setelah sepulang sekolah. Menurut warga sekitar tawuran di picu oleh satu kelompok pelajar dari SMAN 6 yang meneriakan sebuah kata-kata kasar pada sekelompok pelajar SMAN 70, keadaan menjadi memanas setelah sejumlah murid-murid lainnya datang. Jumlah mereka kira-kira 60 orang.


Tawuran sempat di bubarkan oleh warga sekitar karena di takutkan akan jatuh korban, namun para pelajar di picu kembali dengan saling melontarkan kata-kata kasar dan tawuran berpindah di sekitar halte busway Blok M, jumlah pelajar yang terlibat semakin banyak. Bahkan diantara mereka ada sejumlah pemuda tak berseragam dengan menggunakan anting, ikut terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

“Karena takut meresahkan orang-orang sekitar dan penumpang trans Jakarta, tawuran di bubarkan oleh sejumlah warga dan polisi. Kedatangan juga wartawan yang membawa sejumlah kamera yang membuat mereka kalang kabut” ujar salah satu warga.



Neria Chairunnisa - 15611134
3SA01 (Jurnalistik - News)
GUNADARMA UNIVERSITY

Friday, June 7, 2013

2NE1's CL Is 'The Baddest Female' in Solo Music Video



Earlier this month, YG Entertainment (label to PSY, BIGBANG, G-Dragon and more) teased a new artist asking "Who's Next?" before revealing a solo CL, leader of K-pop girl group phenomenom 2NE1, would be the newest act waving the YG flag.
Her debut effort was released early Tuesday morning (U.S. time) on 2NE1's YouTube account with hip-hop track "The Baddest Female." In less than 24 hours the visual has obtained over one million views. Watch:

The massive view surge could very well be chalked up to the constantly changing visuals as CL flaunts 13 separate outfits ranging from her hoisting a flag as a warrior princess to playing hopscotch in a basketball jersey dress to rocking a handlebar mustache.
Like Nicki Minaj does in her music videos, CL showcases her different personalities like her fierce, grillz-wearing rapper personality and her softer side dancing with a toddler at the video's end. K-pop fans will also be happy to see her labelmates G-Dragon and Taeyang make a cameo.
Sonically, the track follows a similar path as the video as it jumps from a knocking hip-hop beat to an electronica-infused build-up to the dubstep breakdown on the bridge.
While only a single has been revealed of CL's solo career, the K-diva has been working with a full album in mind. She told Billboard in February that she hopes to release a full LP because "that’s a stamp. That’s a footprint for me and my life. I want to keep it personal."
2NE1 is said to come back following CL's promotions, but the project has been delayed multiple times. Whether CL releases a full album in that time or 2NE1 makes their long-awaited comeback, the K-pop diva has kicked things off on the right foot for Team 2NE1.
K-pop fans and YG will wait with major anticipation to see if the popular K-pop star will chart on any of Billboard's charts. YG has tweeted about her rising on U.S. iTunes Hip-Hop/Rap Songs chart. Mixing in Billboard's new incorporation of YouTube streaming views for charts--and if sales and views continue to rise--one may see a rare sighting of a K-pop song on the charts with CL's "The Baddest Female."
CL's first live performance of her new single will occur on June 2nd on SBS's "Inkigayo":


"CL THE BADDEST FEMALE SEOUL CITY EVER HAD"

PROPOSAL BISNIS


PROPOSAL USAHA KECIL BISNIS WARUNG AYAM GORENG KREMES

Usaha Kecil Menengah dalam pengembangnya diperlukan Studi Kelayakan Proyek walau dalam skala kecil dan sederhana,hal ini dilakukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman Modal yang ternyata tidak menguntungkan (Suad Hasan,Suwarsono Muhammad,”Studi Kelayakan Proyek”,UPP AMP YKPN).

Disamping Studi Kelayakan juga tak kalah penting adalah Riset Pemasaran hal ini dilakukan agar UKM tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan,Kebutuhan sekaligus Kepuasan Konsumen (Nugroho J Setiadi ,”Perilaku Konsumen” Penerbit Prenada Media).

Beberapa Aspek dalam Riset Pemasaran antara lain adalah Riset Harus memperhatikan masalah Budaya setempat,Sosial ekonomi,Pribadi dan Juga Aspek Psikologis dari Konsumen.
Dengan memperhatikan Studi kelayakan Proyek dan Riset Pemasaranya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat ditekan seminimal mungkin.


Bab 1
Pendahuluan

             1.1. Visi dan Misi

Dalam rangka meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif,Kreatif,Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar.

Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik,itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.

Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial,Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan sementara Aspek sosial adalah untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.


1.2. Budaya dan Studi Kelayakan Proyek

Dari Pengamatan Langsung dan dari data jumlah Mobil /Sepeda Motor yang melakukan Parkir di Rumah Makan Ayam Goreng yang sudah Cukup terkenal di Yogyakarta dimana rata rata pengunjung setiap hari mencapai lebih dari 100 orang maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa Ayam Goreng Kremesan cukup laris dan memasyarakat serta dari segi Ekonomi layak untuk dijadikan Produk yang akan dipasarkan.

Data tersebut juga ditunjang oleh data dari Rumah Makan Ayam Goreng Kremesan yang kurang terkenal yang notabene adalah produk Mitu dari Rumah Makan Ayam Goreng Kremesan Terkenal di Yogyakarta dimana setiap hari rata-rata menjual lebih dari 50 Ekor.

Dengan mengambil Asumsi bahwa kalau Proyek Ayam Goreng ini berjalan dimana pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 20 Ekor ayam maka Omset yang diharapkan adalah Rp 900.000,-/hari.

Omset tersebut dihitung atas dasar harga Ayam Goreng adalah Rp 43.000,- jauh lebih rendah dibandingkan dengan Produk sejenis dari ayam goreng yang sudah terkenal dengan harapan kita mampu menjadi pilihan yang pertama karena dari sisi harga sudah pasti menang.

Keuntungan yang akan diperoleh per ekor dimana Faktor biaya dihitung sbb :

1.Harga Ayam Hidup : Rp.25.000,- /Ekor
2.Biaya Bumbu dll : Rp. 10.000,- /Ekor
3.Biaya Tenaga Kerja : Rp. 2.000,- /Ekor
4.Biaya distribusi : Rp. 2.000,- /Ekor

Total Biaya : Rp.39.000,- /Ekor

Keuntungan bersih diperoleh dari harga jual sebesar Rp 43.000,- dikurangi Total biaya sebesar Rp 39.000,- dengan demikian didapat Rp.4.000,- /Ekor Ayam.

Dengan demikian Ekspetasi Return on equity yang akan diperoleh adalah sebesar 15% dihitung dari perbandingan keuntungan dan Modal yang dikeluarkan.


1.3. Usulan Proyek

Dari Studi Kelayakan Proyek yang telah dilakukan dimana Ekspetasi return on equity diharapakan adalah 15 % maka kiranya Proyek Ayam Goreng Kremesan ini layak untuk dipertimbangkan.

Faktor lain yang juga mendukung layaknya usulan proyek ini adalah ketersediaan bahan baku ayam kampung yang cukup melimpah di daerah Jogjakarta dan Sekitarnya sehingga ada jaminan terhadap supply stock bahan baku dan kelangsungan dari usaha ini akan terjamin.

Mudahnya membuat ayam Goreng Kremesan serta tidak perlu memakai resep yang sulit juga hal yang perlu dipertimbangkan untuk mewujudkan Produk ini.




Bab 2
Pengembangan Produk

2.1. Konsep Produk

Seperti telah diketahui bersama ada beberapa jenis masakan Ayam Goreng beberapa diantaranya adalah Ayam Goreng Manis ,Ayam Goreng Model Kentucky,Ayam Goreng Asin ,Ayam Goreng Kremesan serta banyak lagi lainnya.

Sedangkan Ayam Goreng yang akan dipasarkan adalah Jenis Ayam Goreng Model Kremesan,hal ini mengingat animo yang sangat besar terhadap jenis Ayam Goreng Kremesan.

Konsep Produk yang kita tawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dari Konsep yang telah ditawarkan oleh mereka yang memasarkan lebih dulu.
Dengan rasa yang Khas,Gurih,Renyah ,tulangnya lunak dan terkesan elegan apabila membeli Ayam Goreng ini maka dapat dikatakan ayam Goreng Produk kita adalah produk Mitu dari Produk sejenis yang ada di pasar.


2.2. Pengembangan Produk

Pengembangan produk kedepan untuk produk ayam goreng ini agak sulit mengingat bahwa Model atau jenis dari masakan Ayam Goreng memiliki karakteristik tersendiri,pasar tersendiri dan langganan atau customer tersendiri pula.
Kemungkinan yang dapat dikembangkan adalah cara penyajian ataupun cara pendistribusian ke langganan.

Jenis Ayam Goreng model Kentucky mungkin menjadi pilihan apabila diperlukan pengembangan terhadap Produk Ayam Goreng Kremesan mengingat sama sama menggunakan Tepung dan mudah dalam Proses membuatnya.


2.3. Uji Produk

Setelah kita mampu membuat produk Ayam Goreng Kremesan,maka produk ini perlu di uji coba ke para calon pelanggan untuk mengetahui kekurangannya.
Uji Coba ini meliputi Taste atau rasa,kekenyalannya,kering dan tidaknya,serta yang tidak kalah penting adalah Higienesnya.

Diperlukan minimal 15 Orang yang berbeda dari tingkat umur,Pekerjaan ,tingkat pendidikan serta jenis kelaminnya.
Dengan demikian kita dapat mengukur kira kira Produk ayam goreng seperti apa yang mereka inginkan.


2.4. Persiapan Produksi

Setelah kita mengetahui keinginan konsumen konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya adalah persiapan produksi.

Persiapan Produksi akan meliputi beberapa Aspek,yang paling utama adalah persiapan Sumber Daya Manusia,Bahan Baku utama,Bahan baku tambahan,Alat Pengolah,Tempat Produksi,serta yang tak kalah penting adalah Sumber Pendanaan.
Sumber Daya Manusia dalam Aspek Produksi sangat penting perannya mengingat produk Ayam Goreng ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya dikerjakan secara manual,untuk itu tenaga yang terampil dalam mengolah Ayam Goreng mutlak diperlukan.

Ketersediaan Bahan Baku utama yaitu ayam kampung mesti terjaga stock dan jumlahnya sebab kelangsungan Produksi akan terjaga dengan terjaganya stock yang cukup,mengenai bahan baku tambahan berupa bumbu bumbu dan alat pengolah ayam Goreng Walaupun kontribusi terhadap proses produksi relative kecil namun keberadaannya mutlak diperlukan.

Yang tak kalah penting adalah sumber pendanaan dari Proyek Ayam Goreng Kremesan ini,sumber ini dapat diperoleh dari berbagai macam sumber bias dari kredit Bank atau dari simpanan pribadi.

Mengingat Jumlah Dana yang diperlukan tidak terlalu besar maka sebaiknya sumber pendanaan akan lebih baik dari Pribadi,modal yang diperlukan dengan perkiraan Omset per hari adalah Rp.450.000,- adalah sekitar Rp.5.000.000,-
Namun apabila dirasa kurang dapat mengajukan permohonan kredit Bank dimana saat ini Bank Berlomba lomba memberikan Kredit tanpa agunan untuk skala kecil menengah.




Bab 3
Positioning Produk

3.1. Segmentasi Targeting Dan Positioning Produk

Segmentasi Produk adalah proses menempatkan Konsumen dalam subkelompok di Pasar Produk ,sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan (“ Perilaku Konsumen” , Nugroho J setiadi ). Dengan kata lain Segmentasi Pasar adalah Proses mengkotak kotakan Pasar yang heterogen kedalam potensial Customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.

Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Geografi,Demografi,Psikografi,dan Behavior (Tingkah Laku) untuk Ayam Goreng Kremesan ini kita akan mengambil Segmen Variabel Psikografi dimana segmen kelas sosial menengah bawah adalah menjadi segment pasar Ayam Goreng Kremesan ini.
Setelah kita mampu mengindentifikasi Segmen pasar dimana dalam hal ini kita mengambil Segmen tingkat sosial,maka selanjutnya Segmen tingkat sosial menengah bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran.

Dalam hal positioning Produk Ayam Goreng Kremesan ini akan kita posisikan sebagai Produk Ayam Goreng dengan rasa yang sama dengan Ayam Goreng Kremesan yang sudah terkenal namun harganya terjangkau oleh Masyarakat kalangan bawah (Murah). Atau dengan kata lain yang lebih simple adalah Ayam Goreng Kremesan dengan rasa yang enak dan harga murah.

Positioning ini mengacu pada teori dimana Positioning Produk harus Jelas ,Berbeda dan memiliki nilai lebih.


3.2 Uji Studi Positioning Produk.

Dalam melakukan uji Positioning Produk yang perlu diperhatikan adalah apakah setelah kita meluncurkan produk tersebut dapat diterima oleh konsumen dengan alasan bahwa produk yang kita bikin itu sesuai dengan kebutuhannya,berbeda dari produk pesaing,memiliki nilai tambah buat konsumen.

Untuk itu dalam melakukan kajian atas positioning Produk Ayam goreng Kremesan maka tingkat kepuasan antara yang mereka beli (mengeluarkan uang) sebanding dengan Produk yang kita janjikan (yang didapat).

Sudah barang tentu kita memerlukan Questionnaire yang agak berbeda dari Questionnaire Uji produk ,Pada Questionnaire Uji Positioning kita lebih menekankan Apakah Produk Kita berbeda dari Produk Pesaing dari segi rasa,harga,kemasan,cara penyajian dsb

Dengan demikian dibenak konsumen Produk yang mereka beli haruslah ada kesan lain atau berbeda dengan pesaing.


Bab 4
Marketing

4.1. Penentuan Harga

Setelah menentukan Positioning Produk maka langkah yang selanjutnya adalah penjabaran dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau yang lebih terkenal adalah Marketing Mix

Marketing Mix untuk Produk konsumsi adalah mengikuti Kaidah kaidah yang ada,dimana dalam hal ini Strategi Penentuan Harga,Produk/Merek,Promosi,dan Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul berbeda dari Produk yang sudah ada,sehingga dalam hal ini betul betul ada Deferensiasi.

Dalam hal Ayam Goreng Kremesan dimana Target Konsumen yang ditetapkan adalah segmen menengah bawah maka Faktor Harga menjadi sangat sensitive,untuk itu dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah Produk kita dengan harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah.


4.2. Penentuan Produk/Merek

Penentaun Merek produk dapat dilkakukan berdasarkan nama generic dari Produk tersebut,umumnya produk Makanan lebih memilih nama Generic dari Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu.

Semisal ayam Goreng Suharti,Ayam Goreng Maryati,Soto Pak Marto,Soto Sholeh dan lain sebagainya,label ini sebenarnya justru yang menjadi penguat Citra dari Produk makanan tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal Label Makanan dari pada hanya nama Genericnya saja.

Dengan demikian dalam membuat ayam Goreng Kremesan ini kita tidak boleh memberi nama hanya Ayam Goreng Kremesan begitu saja,namun harus ada label tertentu dimana label ini menjadi Faktor pembeda dari produk lain yang sejenis.
Nama untuk Ayam Goreng juga dapat diberikan semisal asal resep,atau tempat membuatnya atau mungkin juga nama jalan dimana Ayam Goreng ini dibuat.


4.3. Promosi

Dalam melakukan Promosi dapat ditempuh dengan berbagai cara,namun secara garis besar promosi dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu Above The Line (ATL)dan Below the line(BTL).

Promosi Above The line adalah promosi yang menggunakan media Cetak dan media Elektronik dalam hal ini semisal Iklan di TV,Radio,dan Koran/Majalah.Sementara itu Iklan Below the Line adalah iklan yang biasanya langsung bersentuhan dengan Konsumen misalnya adalah Sponsorship didalam Event event tertentu,Direct mail,Demo Memasak dan lain sebagainya.

Untuk Produk ayam goreng Media Promosi yang tepat sebenarnya adalah Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa Ayam goreng tersebut dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain.
Hal ini juga mengingat akan keterbatasan Dana untuk melakukan promosi Above The Line misalnya.


4.4. Distribusi/Tempat Penjualan

Tempat penjualan produk ayam goreng ini hendaknya dipilih tempat yang benar benar Strategis,dengan Trafic yang padat dan Jumlah Populasi orang di sekitar tempat penjualan padat.

Karena dengan pemilihan tempat yang tepat akan sedikit banyak menimbulkan Efek Buying Signal,Orang yang tadinya belum tahu keberadaan Produk kita akan dengan segera tahu,dengan demikian Faktor Manusia yang biasanya suka mencoba coba hal hal baru akan timbul.


Bab 5
Uji Pemasaran

5.1. Strategi Penjualan

Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah Distribusi,Penyajian,dan tempat Penjualan. Strategi yang biasanya dianut untuk Pemasaran produk dengan skala kecil,bersifat home industri,berupa makanan biasanya adalah menganut penjualan langsung tanpa perantara,hal ini sangat berlainan sekali dengan Produk produk food maupun Produk non food yang sudah berskala industri menengah atas yang suka atau tidak suka harus menggunakan jasa Distributor untuk memasarkannya.

Namun demikian guna mengantisipasi penjualan mungkin dapat dilakukan dengan cara cara baru dimana kita tidak menunggu Konsumen namun justru kita yang mendatanginya.

Sebagai Kota salah satu tujuan Pariwisata Keberadaan dari Produk ayam Goreng Kremesan ini sangat unik, tidak banyak Produk seperti ini beredar di luar jogja,untuk itu ,pada saat saat High Season saat liburan mungkin dapat dimanfaatkan sebagai sarana penjualan.

Cara yang kita gunakan adalah dengan pendekatan kepada Tour Leader untuk memasukan Ayam goreng Kremesan ini dalam menu makanan atau bisa saja ayam Goreng Kremesan ini dijadikan Oleh oleh buat peserta Tour.

Cara lain yang juga dapat kita gunakan dalam melakukan penjualan adalah dengan mendatangi instansi instansi pemerintah atau swasta untuk melakukan penjualan lansung,cara ini akan efektif dilakukan pada saat Pegawai pegawai tersebut sehabis gajian.


5.2. Studi Hasil Penjualan

Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan.

Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal.

Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.


Bab 6
Penutup


Bahwa dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus,kita tidak bisa dalam memulai bisnis itu secara setengah-setengah ,dan dikerjakan sambil lalu meskipun usaha tersebut berupa usaha sampingan.
Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri kita sendiri,dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.

Perhitungan perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha karena sekali kita salah dalam perhitungan diawal maka yang terjadi adalah efek Berantai dimana kita akan terus menerus mengalami kesalahan,sementara modal lama kelamaam tersedot habis
Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang lebih sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurangDengan demikian kita akan terhindar dari resiko yang lebih besar.